Sunday, September 23, 2018

Fasilitas Utama

  

 

 

Info Grafik

Workshop Teknis Yustisial dan Ekonomi Syariah Bagi Hakim Pengadilan Agama Se Wilayah Pengadilan Tinggi Agama Semarang

Workshop Teknis Yustisial dan Ekonomi Syariah Bagi Hakim Pengadilan Agama Se Wilayah Pengadilan Tinggi Agama Semarang

 

DSC04320_1280x960_800x600

Semarang | 02 Mei 2013

 

 

Workshop Teknis Yustisial dan Ekonomi Syari’ah Bagi Hakim Pengadilan Agama Se Wilayah Pengadilan Tinggi Agama Semarang dilaksanakan sesuai perencanaan DIPA PTA Semarang tahun 2013 dalam sub kegiatan pada Pembinaan Teknis Peradilan. Workshop yang diikuti oleh hakim pengadilan agama sejumlah 72 peserta, bertempat di hotel Puri Garden Semarang yang akan berlangsung selama 3 hari, dimulai pada hari Rabu tanggal 1 Mei 2013 hingga hari Jumat tanggal 3 Mei 2013. Workshop ini dilaksanakan menggunakan metoda diskusi bedah berkas, dengan 3 orang Hakim Tinggi sebagai narasumber, yaitu Drs. H. Anshoruddin, SH.,MA., Drs. H.M.Ichsan Yusuf, SH., M.Hum., dan Drs. H. Muhtadin, S.

 

Acara dimulai pada pukul  14.00 WIB di hall Kenconowungu 1, dibuka oleh bapak Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang, Drs.HM.Said Munji, SH.,MH. Dalam sambutannya sebelum Said Munji membuka secara resmi acara tersebut, Beliau menyadarkan kembali bahwa para hakim merupakan manusia pilihan, salah satu sifatnya adalah fatonah atau cerdas. Ke-fatonah-an ini sangat berpengaruh dalam proses pengambilan putusan, “Harus kita sadari sepenuhnya yang demikian, workshop ini bertujuan salah satunya membangun para hakim yang profesional ulul-albab.” Pembukaan ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Drs.H. Tashin hakim Pengadilan Agama Kudus.

 

DSC04335_1280x960_800x600

 

Selepas pembukaan, bapak Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang menyampaikan materi mengenai Ekonomi Syari’ah. Said Munji menjelaskan sejarah awal dan latar belakang mengapa perselisihan dalam bidang ekonomi yang berlandaskan syari’at Islam menjadi kewenangan peradilan agama. Meskipun ada beberapa pihak yang tidak setuju dengan keputusan tersebut, namun pada akhirnya peradilan agama yang secara hukum mendapatkan kewenangan.

 

DSC04309_1280x960_800x600

 

Perkembangan kemajuan implementasi ekonomi syari’ah yang ditandai dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi yang berasaskan syari’at Islam terutama dalam bidang perbankan syari’ah, bersamaan dengan pertumbuhan tersebut pasti terdapat permasalahan yang muncul, “Semangat ber-ekonomi Islam yang tinggi ini harus kita sambut dengan baik. Kita sebagai hakim yang profesional ulul-albab harus memiliki wawasan hukum yang luas perihal hukum ekonomi, fiqih muamalat, hukum dagang, dan lain-lain.”, demikian Said Munji menegaskan. Hakim peserta workshop sangat antusias terhadap perkembangan permasalahan ekonomi syari’ah yang muncul. Banyak permasalahan yang disampaikan oleh peserta dalam satkernya masing – masing dan ada pula masukan – masukan yang disampaikan dalam sesi tanya jawab.(tim)