Sunday, September 23, 2018

Fasilitas Utama

  

 

 

Info Grafik

Workshop Itsbat Hisab Rukyat bagi Hakim Pengadilan Agama Se-Wilayah Pengadilan Tinggi Agama Semarang

Workshop Itsbat Hisab Rukyat bagi Hakim Pengadilan Agama Se-Wilayah Pengadilan Tinggi Agama Semarang

 

dsc02955_800x600 

Semarang | 16 April 2013  

Kegiatan Workshop Itsbat Hisab Rukyat bagi Hakim Pengadilan Agama se Wilayah Pengadilan Tinggi Agama Semarang, Dalam Rangka Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Peradilan Agama, diikuti 72 peserta, terdiri dari para Hakim Pengadilan Agama se wilayah Pengadilan Tinggi Agama Semarang.

Tujuan kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan Hakim Pengadilan Agama dalam memahami dan menguasai Ilmu Falak khususnya dalam menentukan awal bulan Hijriyah dan sebagai out come adalah Persamaan persepsi tentang Teknik/Tatacara pelaksanaan Sidang Penetapan Kesaksian Rukyat Hilal.

 

dsc02963_800x600

 

Acara ini dibuka oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Drs. HM. Said Munji, SH., MH., dalam kata sambutannya beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum yang tepat, karena lebih ditekankan kepada Tatacara pelaksanaan Persidangan Penetapan Kesaksian Rukyat Hilal,   agar Lembaga Pengadilan Agama dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana termuat dalam Pasal 52A Undang-undang Nomor 3 Tahun 2006, tentang Perubahan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama, tidak sama antara Pengadilan Agama satu dengan Pengadilan Agama lainnya. Selain itu kegiatan ini dimaksudkan para Hakim Pengadilan Agama, sebagai pelaksana Sidang Penetapan Kesaksian Rukyat Hilal, dituntut juga harus mampu menguasai bagaimana cara-cara menghitung untuk menentukan awal bulan Hijriyah, khususnya awal bulan Ramadhan dan Syawal, karena beberapa tahun terakhir ini masih berpotensi terjadinya perbedaan pendapat. Sebagai ilustrasinya Wakil Ketua PTA. Semarang menyampaikan bahwa pelaksanaan Rukyat Hilal awal bulan Ramadhan di Cakung, Hakim tidak saja melaksanakan tugasnya menetapkan kesaksian dari saksi-saksi perukyat, yang mengaku telah melihat hilal, tetapi Hakim harus mengetahui pula bahwa sebelum pelaksanaan Rukyat Hilal, setidak-tidaknya mempunyai data-data tentang ketinggian hilal pada saat dilakukan rukyat, dan apakah hilal sudah dapat dilihat mata telanjang.Selanjutnya Waka PTA. Semarang mengharapkan agar para peserta dengan sungguh-sungguh mengikuti kegiatan ini sampai akhir.