Tuesday, October 16, 2018

Fasilitas Utama

  

 

 

Info Grafik

Pertandingan Persahabatan Futsal Tim Pengadilan Agama Banyumas Melawan Tim Peradi Purwokerto

RABU (05/04/2017) menjadi hari yang istimewa bagi Tim Futsal Pengadilan Agama Banyumas karena pada hari tersebut dilaksanakan pertandingan eksebisi futsal melawan Tim Peradi (Persatuan Advokat Indonesia) Cabang Purwokerto. Inisiatif terlaksananya pertandingan ini dimulai dari Tim Peradi Cabang Purwokerto yang mengundang Tim Pengadilan Agama Banyumas. Menyesuaikan jadwal dengan masing-masing tim, disepakati pertandingan dilaksanakan 5 April 2017 mulai pukul 16.30.

Bagi Tim Pengadilan Agama Banyumas, menerima tantangan ini bisa dibilang adalah sebuah ajang “perjudian” karena tim ini baru terbentuk pada pertengahan Maret 2017 dan bahkan baru melaksanakan latihan sebanyak dua kali. Itupun kemudian salah seorang pemain Tim Pengadilan Agama Banyumas, Candra Rizqi Hariyunan, pada akhir Maret 2017 dimutasi ke Pengadilan Tinggi Agama Semarang sehingga kekuatan tim sedikit banyak sudah berkurang. Meski demikian tantangan dari Tim Peradi Cabang Purwokerto tetap diterima karena ajang ini bisa digunakan sebagai sarana ujicoba kekompakan tim.

Pertandingan dilaksanakan di Orion Futsal Purwokerto dan dimulai tepat pada pukul 16.30 dengan diwasiti dari penyedia lapangan. Sebagai permulaan Tim Pengadilan Agama Banyumas menurunkan pemain dengan susunan Kiper diisi oleh Krismanto (Sekretaris) dengan pemain lapangan terdiri dari Arif Hidayat (Hakim), Achmad Rathomi (Panitera Pengganti), Mukhsin (Kasub Perencanaan, IT & Pelaporan) serta Ari Budi Arto (Staf IT).

Pertandingan baru dilaksanakan, Pengadilan Agama Banyumas langsung unggul cepat 1-0 dengan gol yang dicetak oleh Mukhsin. Selanjutnya Pengadilan Agama Banyumas dapat unggul sampai dengan 6-3, sebelum pada akhirnya dikalahkan Tim Peradi Cabang Purwokerto dengan skor tipis 6-7.

Drs. Ahmad Harun Shofa SH, Ketua Pengadilan Agama Banyumas yang juga turun dalam pertandingan ini, menyampaikan bahwa kekalahan Pengadilan Agama Banyumas disebabkan kurangnya konsentrasi setelah sempat unggul, juga karena faktor kelelahan akibat fisik tim yang belum mencapai titik ideal.

“Ke depan, Tim ini akan terus berlatih dan dimungkinkan akan dilaksanakan eksebisi ulang melawan Tim Peradi agar kami bisa revans. Selain itu kami juga membuka peluang untuk diadakan eksebisi lain dengan tim lain, bila perlu kita atur untuk dilaksanakan turnamen.” ujar Harun Shofa.